10 Ketua TP PKK Berau Dilantik, PR Besar Tekan Angka 34% Stunting

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Pelantikan 10 Ketua Tim Penggerak (TP) PKK tingkat Kecamatan di Kabupaten Berau, Rabu (8/4/2026), bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di balik itu, tersimpan pekerjaan rumah besar dalam upaya  menekan angka stunting yang masih mencapai 34 persen. Bertempat di Gedung Balai Mufakat, para ketua TP PKK yang baru dilantik otomatis juga mengemban tugas sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu di masing-masing kecamatan.

 

Pelantikan ini merupakan dampak dari rotasi jabatan camat di sejumlah wilayah, mulai dari Tanjung Redeb hingga Maratua. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, dalam sambutannya menegaskan bahwa peran TP PKK dan Posyandu saat ini tidak bisa lagi dianggap sebagai kegiatan pendamping semata, melainkan ujung tombak dalam menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat.


“Pelantikan ini bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari tanggung jawab besar yang harus dijalankan,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti latar belakang para ketua yang beragam, dari ibu rumah tangga hingga perempuan karier. Namun, menurutnya, tantangan utama bukan pada kesibukan, melainkan kemampuan membangun komunikasi efektif di lapangan.


“Tidak perlu waktu lama, yang penting komunikasi dengan anggota berjalan. Minimal seminggu sekali ada pertemuan untuk memastikan program berjalan,” ujarnya.

 

Sorotan utama dalam pelantikan ini adalah kondisi stunting di Kabupaten Berau yang masih tergolong tinggi. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting mencapai 34 persen jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 20 persen. Lebih memprihatinkan lagi, dari total 23.105 balita berdasarkan data SIGIZIKESGA 2025, hanya sekitar 40,6 persen yang rutin terpantau di Posyandu.

 

Artinya, lebih dari separuh balita di Berau belum terdata secara optimal dalam pemantauan tumbuh kembang. “Masih ada sekitar 60 persen balita yang belum terpantau. Ini kondisi yang tidak bisa kita anggap biasa,” kata Sri Juniarsih.

 

Dengan kondisi tersebut, para ketua TP PKK yang baru dilantik praktis langsung dihadapkan pada target besar: membantu menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada 2029, sesuai target nasional. Bupati pun meminta agar seluruh jajaran TP PKK hingga tingkat bawah bergerak aktif, tidak hanya menunggu program, tetapi proaktif menjangkau masyarakat.

 

“Ini tugas bersama. Kita harus bergerak sampai ke tingkat paling bawah,” tegasnya.

Pelantikan ini menjadi titik awal sekaligus ujian nyata. Di tengah tingginya angka stunting dan rendahnya kunjungan Posyandu, peran TP PKK kini bukan lagi sekadar pendamping program, melainkan penentu masa depan generasi Berau. (sep/FN)